Materi Tentang Pengembangan sistem evaluasi PAI




 Pengembangan sistem evaluasi PAI 

Pengertian Evaluasi

Evaluasi berasal dari kata to evaluate yang berarti menilai. Nilai dalam bahasa arab di sebut al qimat. istilah nilai ini mulanya di populerkan oleh para filsuf. dalam hal ini, plato merupakan filsuf yang pertama kali mengemukakannya. Pembahasan ’’nilai’’ secara khusus di perdalam dalam diskursus filsafat, terutama pada aspek oksiologinya. Begitu penting kedudukan nilai dalam filsafat sehingga para filsuf meletakan nilai sebagai muara bagi epistemologi dan antologi filsafat. Kata nilai menurut filsuf adalah idea of worth Selanjutnya, kata nilai menjadi popular.

   Menurut Ralph Tayler evaluasi adalah proses yang menentukan sejauhmana tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan Cronbach, Stufflebeam dan Alkin mengartikan evaluasi dengan menyediakan informasi untuk membuat keputusan. Pendapat lain dikemukakan oleh Malcolm dan Provus mendefinisikan evaluasi sebagai perbedaan apa yang ada dengan standar untuk mengetahui apakah ada selisih. Ada juga yang mengemukakan bahwa evaluasi adalah penelitian yang sistematik atau yang teratur tentang manfaat atau guna beberapa obyek.

Roestiyah N. K. dkk dalam bukunya "masalah-masalah ilmu keguruan" menyebutkan empat pengertian evaluasi menurut deskripsinya berikut ini Evaluasi adalah proses memahami atau memberi arti:

Mendapatkan dan mengkomunikasikan suatu informasi bagi petunjuk pihak-pihak pengambil keputusan.

Evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa, guna mengetahui sebab-akibat hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.

Dalam rangka pengembangan siswa instruksional, evaluasi merupakan suatu kegiatan untuk menilai seberapa jauh program telah berjalan seperti yang telah direncanakan.

Evaluasi adalah suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan apakah proses dalam pengembangan ilmu telah berada di jalan yang diharapkan.

Jadi Evaluasi pendidikan adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menetukan nilai daripada sesuatu menurut Brown dan Wand bahwa sebagai suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai atau segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Dalam arti luas evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat suatu keputusan.

B. Ruang Lingkup Evaluasi Pendidikan

1. Dasar dan Tujuan Evaluasi

Evaluasi yang efektif harus mempunyai dasar yang kuat dan tujuan yang jelas. Maka akan dikemukakan tentang:

a. Dasar evaluasi atau prinsip ilmiah yang mendasari waktu menyusun evaluasi ialah:

1. Filsafat

2. Psikologi

3. Komunikasi

4. Kurikulum

5. Manajemen

6. Tujuan evaluasi 

Prinsip-prinsip Evaluasi sebagai berikut:

. Agar evaluasi pendidikan sesuai dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, maka evaluasi harus mengacu pada tujuan pendidikan yang telah dirumuskan sebelumnya.

b. Evaluasi harus obyektif, dalam artievaluasi itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, berdasarkan fakta dan data yang ada tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur subyektifitas dari evaluator.

c. Evaluasi dilakukan secara komprehensif. Maksudnya evaluasi evaluasi dilakukan secara menyeluruh, meliputi berbagai domain pendidikan yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik 

d. Evaluasi dilakukan secara continue. Apabila pendidikan Islam dipandang sebagai sebuah proses untuk mencapai tujuan-tujua tertentu, maka evaluasi pendidikannya harus dilakukan secara continue (terus-menerus), dengan memperhatikan prinsip pertama, kedua dan ketiga.


Sumber:

https://chiwankraja.blogspot.com/2016/02/makalah-evaluasi-pendidikan.html?m=1

https://www.anekamakalah.com/2013/06/evaluasi-pembelajaran-pendidikan-agama.html?m=1

Google from soal Evaluasi :

 Google spreadsheet: https://docs.google.com/spreadsheets/u/0/d/1-2f3Mef3bnk3XbmP7I4P6pXJAHFyKbqAoPXJq6ZUFt8/htmlview

Akun YouTube

https://youtu.be/PzN2CRZw0xM




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan ETS Kewirausahaan.OPI SHINTA CORNELIA